Makna Dilapangkan Rizki dan Panjang Umur Dalam Hadis Silaturahmi
Hadis yang menjelaskan tentang keutamaan silaturahim diantaranya adalah Hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Nabi Muhammad bersabda : "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan ditangguhkan ajalnya (dupanjangkan unurnya), hendaknya ia bersilaturahim."
Maksud dari kata "dilapangkan rezekinya" adalah diluaskan dan dijadikan banyak hartanya. Ada pendapat lain yang mengatakan arti dari dilapangkan rezeki adalah diberikan keberkahan harta.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللّٰهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِمْ مَّا تَرَكَ عَلَيْهَا مِنْ دَاۤبَّةٍ وَّلٰكِنْ يُّؤَخِّرُهُمْ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّىۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ
"Seandainya Allah menghukum manusia karena kezaliman mereka, niscaya Dia tidak meninggalkan satu makhluk melata pun di atasnya (bumi), tetapi Dia menangguhkan mereka sampai waktu yang sudah ditentukan. Maka, apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan dan percepatan sesaat pun." (An-Naḥl [16]:6)
Rezeki dan ajal telah ditakdirkan oleh Allah SWT, sehingga tidak dapat dimajukan dan ditunda serta tak dapat ditambah maupun dikurangi. Rezeki sudah tertakar dan tidak dapat ditukar.
Para ulama memadukan antara hadis dan ayat di atas, sebagaimana dijelaskan oleh Al Hafidz Ibnu Hajar Al 'Asqalani dalam Fathul Bari dan Al Hafid an Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim, diantaranya:
Pertama, penambahan umur (penangguhan ajal) yang dimaksud dalam hadis adalah kinayah (kiasan) mengenai berkahnya usia.
Kedua, penambahan umur dimaknai hakiki bukan kiasan. Yaitu dikaitkan dengan ilmu dan pengetahuan malaikat yang ditugasi oleh Allah mengurusi umur. Ajal tidak dapat dimajukan maupun ditunda maksudnya adalah yang terkait dengan ilmu Allah.
Hal ini disampaikan oleh Sunaryo, Penyuluh Agama Islam Non PNS KUA Bojongsari dalam pertemuan rutin KUA Bojongsari setiap Kamis pagi.
Kontributor: Tanti_Zul
Komentar
Posting Komentar